Langsung ke konten utama

Kamu Mau Kuat Lari Jarak Jauh? Ini Tipsnya!

Lari adalah olahraga yang paling mudah dilakukan kapanpun dan dimanapun serta tidak memerlukan beberapa peralatan seperti olahraga lainnya. Olahraga ini termasuk dalam jenis olahraga kardio yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan antara lain meningkatkan kekuatan tulang dan massa otot serta dapat meningkatkan kapasitas paru-paru dan kardiovaskular. Namun, tidak banyak orang yang bisa mengatur nafas saat berlari hingga menyebabkan mereka mudah lelah dan tidak kuat untuk lari jarak jauh.

Sebagai penggemar olahraga lari, tentunya Anda ingin bisa berlari dengan cepat dan lama. Anda dapat meningkatkan kecepatan dan jarak berlari serta pernapasan yang kuat dengan menerapkan tips-tips tersebut. Kehabisan nafas saat berlari disebabkan oleh beberapa hal yaitu teknik berlari yang salah atau memiliki gangguan kesehatan seperti asma, dan lain-lain.

Hobi lari jarak jauh? Yuk ikuti tips ini agar Anda kuat berlari dan tidak mudah lelah!

1. Ketahui Kemampuan Diri

Jika ingin olahraga yang mudah dilakukan, lari adalah jawabannya. Tetapi Anda harus tahu kemampuan diri sendiri untuk berlari seperi seberapa jauh kita kuat berlari agar tidak menimbulkan maslah kesehatan pada tubuh. 

2. Lakukan Pemanasan Untuk Mempersiapkan Diri 

Pemanasan penting untuk dilakukan sebelum olahraga. Sebaiknya lakukan pemanasan sebelum berlari minimal 20 menit dengan lari santai (jogging). Jika Anda sudah mulai berkeringat, tandanya tubuh sudah siap berolahraga dan dapat mempercepat langkah untuk mulai berlari.

3. Menerapkan Teknik Pernapasan Yang Teratur

Teknik pernapasan yang salah dapat menyebabkan Anda cepat lelah karena kehabisan nafas. Jadi, Anda perlu menenangkan diri agar menghasilkan nafas yang panjang dan berkualitas. Lebih baik gunakan pernapasan perut yaitu dengan cara mengambil nafas sedalam-dalamnya melalui hidung, lalu hembuskan melalui mulut, dan rasakan pergerakan perut, jika terasa naik-turun maka Anda sudah bernapas dengan tepat. Anda juga dapat menerapkan irama bernapas 2:1 yaitu tarik nafas setiap dua langkah dan hembuskan nafas pada langkah selanjutnya.

4. Pertahanan Postur Tubuh Yang Tepat

Postur tubuh yang tepat bisa membantu pernapasan saat lari menjadi lebih efisien, seperti postur tubuh lurus dan tegak. Perlu diketahui, posisi tubuh yang terlalu condong ke depan dapat membatasi kemampuan tubuh untuk mengambil nafas yang dalam ketika berlari menanjak. Untuk itu, rilekskan bahu dan pertahankan dada pada posisi tegak terbuka sehingga proses bernapas menjadi lebih mudah.

(Sumber: https://www.siloamhospitals.com)

5. Gabungkan Fase Lari dan Jalan Kaki

Saat Anda mulai kelelahan dan nafas terengah-engah, istirahatlah sejenak dengan berjalan kaki untuk mengembalikan stamina. Sebelum itu, buat jadwal interval yang tepat. Sebagai contoh berlari selama 5 menit dan berjalan selama 1 menit, lalu Anda bisa mengulangi urutan tersebut dan lihatlah apakah cara itu dapat mencegah Anda kehabisan nafas.

6. Berlari Dengan Kecepatan Yang Konsisten

Dalam olahraga lari, kecepatan berlari harus sangat diperhatikan agar dapat mengatur nafas dan tidak cepat lelah. Maka pertahankan kecepatan lari Anda tanpa berubah-ubah. Jika Anda berolahraga untuk menurunkan berat badan, jangan terlalu kencang dalam berlari tetapi sebaiknya Anda lari santai. Namun, jika Anda ingin memperkuat pernapasan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sebaiknya lari dengan kecepatan yang terus bertambah setiap waktu latihan Anda.

HAL-HAL LAIN YANG HARUS DIWASPADAI

Kehabisan nafas saat berlari bisa memicu kondisi bernama hipoksia atau hypoxia, yakni sebuah gangguan yang terjadi saat jaringan tubuh memiliki kadar oksigen yang berada di bawah batas normal. Penyebab kondisi ini adalah kadar oksigen dalam darah yang lebih rendah dari seharusnya atau dikenal dalam istilah medis sebagai hipoksemia.

Menurut Cleveland Clinic, seseorang yang mengalami hipoksemia akan mengalami beberapa gejala, antara lain: sakit kepala, sesak nafas, detak jantung cepat, batuk kebingungan, dan kebiruan pada kulit, kuku, dan bibir.

Sakit kepala, pusing, dan mual adalah gejala umum hipoksia yang akan segera hilang dalam beberapa menit setelah nafas Anda kembali normal. Jika gejala terus muncul atau lebih parah mesipun nafas telah pulih, segara periksa ke dokter untuk penangan lebih lanjut. (Sumber: https://hellosehat.com)

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips & Trik Memilih Pakaian Sesuai Bentuk Tubuh: Tampil Stylish dan Percaya Diri!

Memilih pakaian bukan hanya soal tren atau warna favorit yang lebih penting adalah bagaimana pakaian itu fit dan bisa menapilkan kelebihan tubuh kita. Setiap orang memiliki bentuk tubuh yang unik, dan mengenalinya bisa membantu kita tampil maksimal dalam segala kesempatan. Jadi, daripada bingung setiap memilih pakaian, yuk pelajari bagaimana cara memilih pakaian agar kamu dapat tampil stylish dan percaya diri! Macam-Macam Bentuk Tubuh: 1. Bentuk Tubuh Jam Pasir (Hourglass) Ciri-ciri bentuk tubuh ini adalah b ahu dan pinggul seimbang, dengan pinggang yang ramping. Jika kamu memiliki bentuk tubuh ini, maka kamu beruntung! Karena hampir semua jenis pakaian akan terlihat cocok untukmu. Tips Berpakaian: - Pilih pakaian yang lebih menjelaskan lekuk tubuh, seperti dress fit and flare atau wrap dress . - Gunakan belt untuk menegaskan pinggang. - Hindari pakaian yang longgar tanpa potongan di pinggang, karena bisa menyamarkan bentuk alami tubuhmu. - High-waisted jeans atau rok A-line juga...

Tips & Trik Merawat Tanaman Anggur Agar Berbuah Lebat

Tanaman anggur kini semakin diminati sebagai tanaman hias sekaligus penghasil buah yang nikmat. Meskipun tumbuh subur di daerah beriklim tropis, tidak semua tanaman anggur dapat berbuah lebat. Nah, agar anggur yang kamu tanam menghasilkan buah melimpah, mari simak beberapa tips dan trik berikut ini! 1. Pilih Bibit Unggul Langkah awal yang sangat penting adalah memilih bibit yang berkualitas. Gunakan bibit dari indukan yang sehat, sudah terbukti produktif, dan tahan terhadap hama. 2. Gunakan Media Tanam yang Tepat Anggur menyukai tanah yang gembur, tidak terlalu lembab, dan kaya akan unsur hara. Campuran tanah, kompos, dan pasir dengan perbandingan 2:1:1 bisa menjadi media tanam ideal. Pastikan akar tidak tergenang air. 3. Sinar Matahari Cukup Tanaman anggur sangat menyukai sinar matahari langsung. Setidaknya, tanaman ini membutuhkan paparan sinar matahari selama 6–8 jam sehari. Letakkan di tempat terbuka agar proses fotosintesis berjalan optimal. 4. Berikan Penopang di Sekitar Tana...